TUGAS 4 :
1.
Top Manager lebih banyak berhubungan
dengan keputusan-keputusan yang tidak terstruktur karena sesuai tanggung
jawabnya Top Manager bertanggung jawab atas kebijakan –kebijakan perusahaan
yang berhubungan dengan keadaan pasar, stuasi ekonomi dan moneter. Keadaan ini
di luar kontrol perusahaan sehingga hanya Top Manager yang diberi kewenangan.
Seperti kita ketahui bahwa keputusan Tidak berstruktur ialah suatu
bentuk keputusan yang mencakup keputusan dimana prosedur yang harus diikuti
tidak bisa ditentukan sebelumnya karena perubahan di luar lingkungan
perusahaan. Contohnya : reorganisasi dalam perusahaan (terjadi secara tiba-tiba
dan tidak berkala)
Manager menengah dan bawah lebih banyak berhubungan
dengan keputusan-keputusan yang terstruktur karena sesuai tanggung jawabnya
Manager menengah dan Manager tingkat bawah bertanggung jawab atas
kebijakan-kebijakan perusahaan yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Top
Manager seperti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Maintenance
Prosedure (SMP) atau dengan kata lain berhubungan dengan kebijakan kebijakan
yang sudah terstruktur. Seperti kita ketahui bahwa keputusan
terstruktur ialah suatu bentuk keputusan yang mencakup situasi dimana prosedur
pengambilan keputusan yang harus diikuti dapat ditentukan sebelumnya.Contohnya
: Kenaikan gaji, keputusan pemesanan barang, keputusan
penagihan piutang,dll (dilakukan secara berkala).
2. Sistem
pendukung keputusan (SPK)adalah bagian dari sistem informasi berbasis
komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan yang
dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau
perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data
menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi terstruktur yang
spesifik.
Menurut
Moore dan Chang, Sistem pendukung keputusan (SPK) dapat digambarkan
sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisa data, dan pemodelan
keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan
digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Sedangkan
menurut Keen dan Scoot Morton Sistem Pendukung Keputusan merupakan
penggabungan sumber-sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk
memperbaiki kualitas keputusan.
Sistem
Pendukung Keputusan
juga merupakan sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan
keputusan yang menangani masalah-masalah semi struktur .Dengan pengertian
diatas dapat dijelaskan bahwa Sistem pendukung keputusan (SPK) bukan
merupakan alat pengambilan keputusan,melainkan merupakan sistem yang membantu
pengambil keputusan dengan melengkapi mereka dengan informasi dari data yang
telah diolah dengan relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang
suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat. Sehingga sistem ini tidak
dimaksudkan
Contoh :
Kelangkaan BBM di beberapa wilayah di Indonesia
telah mendorong upaya beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab untuk
melakukan penimbunan. Untuk itu Manajemen di Kementrian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) sebagai lembaga pengatur yang bertanggung jawab memerintahkan
Pertamina yang mengelolan BBM harus dengan cepat mengambil keputusan yang
strategis atas gejala penimbunan sehingga dapat mengatur strategi distribusi
dan pemasaran dalam upaya mengatasi kelangkaan dan penimbunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar